BAGI ANDA YANG MEMBUKA ACCOUNT MELALUI BLOG INI AKAN MENDAPATKAN FASILITAS WITHDRAWAL DAN DEPOSIT SECARA INSTAN SERTA SABTU MINGGU KAMI TETAP MELAYANI WITHDRAWAL DAN DEPOSIT.

Kamis, 26 Juli 2012

Standard Deviation

Indikator teknik Standard Deviation, mengukur perubahan pasar. Indikator menentukan ukuran fluktuasi harga secara relatif pada rata-rata pergerakkan. Contohnya, jika nilai indikator tinggi, pasar dianggap berubah-ubah dan spread harga bar relatif pada rata-rata pegerakkan. Jika nilai indikator tidak tinggi perubahan pasar dianggap rendah dan harga bar mendekati rata-rata pergerakkan.

Indikator ini sering digunakan sebagai bagian indikator lainnya. Selama perhitungan nilai Bollinger Band Standard Deviation ditambahkan pada rata-rata pergerakkannya.

Dinamika pasar berada dalam perubahan penurunan yang cepat dan dorongan aktifitas, inilah sebabnya mengapa indikator ini sedikit sederhana:

  • Jika volume indikator tidak besar dan dorongan stabil pasar dalam aktifitas diharapkan.
  • Jika volume indikator besar, sering menunjukkan bahwa aktifitas akan kembali di arah balik dengan segera.

Williams` Percent Range - %R

Indikator teknik Williams Percent Range (%R) adalah indikator dinamis, yang menentukan syarat overbought atau oversold pada pasar. Williams Percent Range dan Stochastic Oscillator sangat mirip. Perbedaan satu-satunya adalah yang pertama memiliki skala naik turun dan Stochastic Oscillator memiliki smoothing internal.

Nilai indikator dengan jangkauan 80-100% menunjukkan bahwa pasar Oversold. Nilai indikator dengan jangkauan antara 0-20% menunjukkan Overbought. Saat indikator berada dalam skala naik turun, nilainya biasanya menunjukkan simbol minus (contoh -30%). Selama analisa anda dapat mengabaikan simbol minus.

Seluruh indikator Overbought/Oversold mengikuti satu peraturan; bertindak sesuai sinyal saat terjadi perubahan harga. Contoh, jika indikator Overbought/Oversold menunjukkan kondisi Overbought, lebih baik menunggu sampai harga turun sebelum melakukan deal penjualan.

Indikator William Percent Range dapat melihat pembalikkan harga. Indikator hampir selalu membentuk naik dan turun dalam arah balik beberapa hari sebelum harga mencapai puncak dan menurun. Dengan demikian, William Percent Range membentuk naik dan turun beberapa hari sebelum harga naik.


Kalkulasi


Di bawah ini adalah rumus untuk kalkulasi indikator %R, yang mirip dengan rumus Stochastic Formula: %R = (HIGH(i-n)-CLOSE)/(HIGH(i-n)-LOW(i-n))*100

Dimana:
CLOSE - adalah harga penutupan hari ini;
HIGH(i-n) - merupakan ketinggian yang tertinggi dalam jumlah (n) dari periode sebelumnya;
LOW(i-n) - merupakan kerendahan terrendah dalam jumlah (n) dari periode sebelumnya.

Stochastic Oscillator

Indikator teknik Stochastic Oscillator membandingkan harga penutupan saat ini dengan jangkauan harga selama periode tertentu. Indikator ditunjukkan dengan dua garis. Garis utama disebut %K. Garis kedua, disebut %D, yang merupakan rata-rata pergerakkan %K. Garis %K biasanya ditunjukkan sebagai garis rendah dan garis %D biasanya ditunjukakn sebagai grafik putus-putus.

Ada tiga cara yang paling populer untuk mengartikan Stochastic Oscillator.
  • Beli saat Oscilator (%K atau %D) turun di bawah level tertentu (biasanya 20) dan kemudian naik diatas level ini. Jual saat Oscillator naik diatas level tertentu (biasanya 80) dan kemudian turun di bawah level ini;
  • Beli saat garis %K naik diatas garis %D. Jual jika %K di bawah garis %D;
  • Monitor perbedaan. Contoh: harga membentuk seri ketinggian dan Stochastic Oscillator turun melewati ketinggian sebelumnya.

Calculasi

Stochastic Oscillator memiliki empat variabel:
  • Periode %K. Jumlah periode waktu yang digunakan dalam kalkulai stochastic;
  • Periode perlambatan %K. Jumlah periode waktu yang digunakan saat menghitung rata-rata pergerakkan %K;
  • Metode %D. Metode (contohnya: Exponential, Simple, Smoothed, or Weighted) yang digunakan untuk menghitung %D>


Rumus untuk %K adalah:
%K = (CLOSE-LOW(%K))/(HIGH(%K)-LOW(%K))*100
Where:
CLOSE - harga penutupan hari ini;
LOW(%K) - kerendahan terrendah dalam periode %K;
HIGH(%K) - ketinggian tertinggi dalam periode %K.
Rata-rata pergerakkan %D dihitung menurut rumus:
%D = SMA(%K, N)
Dimana:
N - adalah periode smoothing;
SMA - adalah rata-rata pergerakkan sederhana.

Momentum

Indikator yang mengukur perubahan harga instrumen finansial untuk periode tertentu disebut juga Momentum Technical Indicator. Ada dua metode utama penggunaan indikator Momentum:

Sebagai Oscillator yang mengikuti tren, mirim dengan Moving Average Convergence/Divergence MACD. Sinyal untuk beli terjadi saat indikator momentum membentuk dan memulai pertumbuhannya; sinyal untuk membeli terjadi saat indikator momentum mencapai puncak dan berbalik turun. Untuk perhitungan yang pasti dari pembalikkan indikator adalah rata-rata pergerakkan pendek yang digunakan.

Berlanjutnya kecenderungan saat ini ditentukan jika indikator momentum sangat tinggi atau rendah nilainya. Jika indikator mencapai ketinggian dan kemudian menurun, diharapkan pertumbuhan harga lebih jauh. Namun, jangan terlalu cepat membuka (menutup) posisi sampai harga membuktikan sinyal indikator.

Sebagai indikator utama. Metode ini didasari pada anggapan bahwa fase akhir tren naik biasanya disertai dengan kenaikkan tinggi dari harga (karena setiap orang yakin dalam kelanjutannya) dan penyelesaikan pasar Bullish oleh penurunan tajam harga (karena semua orang mencoba meninggalkan pasar).

Saat pasar menutup turun disertai dengan terobosan cepat indikator momentum. Kemudian indikator mulai turun sementara harga terus naik dan bergerak horisontal. Dalam dasar pasr, momentum tiba-tiba turun kemudian berubah naik jauh sebelum harga naik. Dalam kedua hal tersebut, penyimpangan terjadi antara indikator dan harga.



Kalkulasi

Momentum dihitung sebagai rasio harga hari ini pada harga beberapa (N) periode lalu.
MOMENTUM = CLOSE(i)/CLOSE(i-N)*100
Where:
CLOSE(i) - adalah harga penutupan untuk bar saat ini;
CLOSE(i-N) - adalah bar harga penutupan beberapa periode lalu.

 
Design by hairul | micro forex - manado | trader forex