Indikator teknik Standard Deviation, mengukur perubahan pasar. Indikator
menentukan ukuran fluktuasi harga secara relatif pada rata-rata
pergerakkan. Contohnya, jika nilai indikator tinggi, pasar dianggap
berubah-ubah dan spread harga bar relatif pada rata-rata pegerakkan.
Jika nilai indikator tidak tinggi perubahan pasar dianggap rendah dan
harga bar mendekati rata-rata pergerakkan.
Indikator ini sering digunakan sebagai bagian indikator lainnya. Selama
perhitungan nilai Bollinger Band Standard Deviation ditambahkan pada
rata-rata pergerakkannya.
Dinamika pasar berada dalam perubahan penurunan yang cepat dan dorongan
aktifitas, inilah sebabnya mengapa indikator ini sedikit sederhana:
- Jika volume indikator tidak besar dan dorongan stabil pasar dalam aktifitas diharapkan.
- Jika volume indikator besar, sering menunjukkan bahwa aktifitas akan kembali di arah balik dengan segera.
Indikator teknik Williams Percent Range (%R) adalah indikator dinamis,
yang menentukan syarat overbought atau oversold pada pasar. Williams
Percent Range dan Stochastic Oscillator sangat mirip. Perbedaan
satu-satunya adalah yang pertama memiliki skala naik turun dan
Stochastic Oscillator memiliki smoothing internal.
Nilai indikator dengan jangkauan 80-100% menunjukkan bahwa pasar
Oversold. Nilai indikator dengan jangkauan antara 0-20% menunjukkan
Overbought. Saat indikator berada dalam skala naik turun, nilainya
biasanya menunjukkan simbol minus (contoh -30%). Selama analisa anda
dapat mengabaikan simbol minus.
Seluruh indikator Overbought/Oversold mengikuti satu peraturan;
bertindak sesuai sinyal saat terjadi perubahan harga. Contoh, jika
indikator Overbought/Oversold menunjukkan kondisi Overbought, lebih baik
menunggu sampai harga turun sebelum melakukan deal penjualan.
Indikator William Percent Range dapat melihat pembalikkan harga.
Indikator hampir selalu membentuk naik dan turun dalam arah balik
beberapa hari sebelum harga mencapai puncak dan menurun. Dengan
demikian, William Percent Range membentuk naik dan turun beberapa hari
sebelum harga naik.

Kalkulasi
Di bawah ini adalah rumus untuk kalkulasi indikator %R, yang mirip
dengan rumus Stochastic Formula: %R =
(HIGH(i-n)-CLOSE)/(HIGH(i-n)-LOW(i-n))*100
Dimana:
CLOSE - adalah harga penutupan hari ini;
HIGH(i-n) - merupakan ketinggian yang tertinggi dalam jumlah (n) dari periode sebelumnya;
LOW(i-n) - merupakan kerendahan terrendah dalam jumlah (n) dari periode sebelumnya.
Indikator teknik Stochastic Oscillator membandingkan harga penutupan
saat ini dengan jangkauan harga selama periode tertentu. Indikator
ditunjukkan dengan dua garis. Garis utama disebut %K. Garis kedua,
disebut %D, yang merupakan rata-rata pergerakkan %K. Garis %K biasanya
ditunjukkan sebagai garis rendah dan garis %D biasanya ditunjukakn
sebagai grafik putus-putus.
Ada tiga cara yang paling populer untuk mengartikan Stochastic Oscillator.
- Beli saat Oscilator (%K atau %D) turun di bawah level tertentu
(biasanya 20) dan kemudian naik diatas level ini. Jual saat Oscillator
naik diatas level tertentu (biasanya 80) dan kemudian turun di bawah
level ini;
- Beli saat garis %K naik diatas garis %D. Jual jika %K di bawah garis %D;
- Monitor perbedaan. Contoh: harga membentuk seri ketinggian dan Stochastic Oscillator turun melewati ketinggian sebelumnya.
Calculasi
Stochastic Oscillator memiliki empat variabel:
- Periode %K. Jumlah periode waktu yang digunakan dalam kalkulai stochastic;
- Periode perlambatan %K. Jumlah periode waktu yang digunakan saat menghitung rata-rata pergerakkan %K;
- Metode %D. Metode (contohnya: Exponential, Simple, Smoothed, or Weighted) yang digunakan untuk menghitung %D>
Rumus untuk %K adalah:
%K = (CLOSE-LOW(%K))/(HIGH(%K)-LOW(%K))*100
Where:
CLOSE - harga penutupan hari ini;
LOW(%K) - kerendahan terrendah dalam periode %K;
HIGH(%K) - ketinggian tertinggi dalam periode %K.
Rata-rata pergerakkan %D dihitung menurut rumus:
%D = SMA(%K, N)
Dimana:
N - adalah periode smoothing;
SMA - adalah rata-rata pergerakkan sederhana.
Indikator yang mengukur perubahan
harga instrumen finansial untuk periode tertentu disebut juga Momentum
Technical Indicator. Ada dua metode utama penggunaan indikator Momentum:
Sebagai Oscillator yang
mengikuti tren, mirim dengan Moving Average Convergence/Divergence MACD.
Sinyal untuk beli terjadi saat indikator momentum membentuk dan memulai
pertumbuhannya; sinyal untuk membeli terjadi saat indikator momentum
mencapai puncak dan berbalik turun. Untuk perhitungan yang pasti dari
pembalikkan indikator adalah rata-rata pergerakkan pendek yang
digunakan.
Berlanjutnya kecenderungan saat
ini ditentukan jika indikator momentum sangat tinggi atau rendah
nilainya. Jika indikator mencapai ketinggian dan kemudian menurun,
diharapkan pertumbuhan harga lebih jauh. Namun, jangan terlalu cepat
membuka (menutup) posisi sampai harga membuktikan sinyal indikator.
Sebagai indikator utama. Metode
ini didasari pada anggapan bahwa fase akhir tren naik biasanya disertai
dengan kenaikkan tinggi dari harga (karena setiap orang yakin dalam
kelanjutannya) dan penyelesaikan pasar Bullish oleh penurunan tajam
harga (karena semua orang mencoba meninggalkan pasar).
Saat pasar menutup turun
disertai dengan terobosan cepat indikator momentum. Kemudian indikator
mulai turun sementara harga terus naik dan bergerak horisontal. Dalam
dasar pasr, momentum tiba-tiba turun kemudian berubah naik jauh sebelum
harga naik. Dalam kedua hal tersebut, penyimpangan terjadi antara
indikator dan harga.
Kalkulasi
Momentum dihitung sebagai rasio harga hari ini pada harga beberapa (N) periode lalu.
MOMENTUM = CLOSE(i)/CLOSE(i-N)*100
Where:
CLOSE(i) - adalah harga penutupan untuk bar saat ini;
CLOSE(i-N) - adalah bar harga penutupan beberapa periode lalu.